Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Sunday, November 10

Kisah Tragis Seorang Istri Yang Kecanduan Chating (maka ambil lah pelajaran darinya)

Kadang jika kita hanya sekedar menyampaikan untaian nasehat, mungkin sebagian orang belum tersentuh. Namun tatkala dikemukakan sebuah kisah, barulah hati kita mulai tersentuh dan baru bisa menarik pelajaran. Semoga kisah berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

 Kisah Bincang-bincang Seorang Istri di Dunia Maya 

Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’i … Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…
Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.
 Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.

 Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut.
 Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana setan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.
 Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Gembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
 Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar,  lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.

 Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???

 Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata, “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!”

 Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.
[Sumber : http://jilbab.or.id/archives/403-bercerai-dari-suami-akibat-kecanduan-chatting/ ]Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul. Lihatlah akibat chatting dengan lawan jenis, di sana bisa terjadi perceraian antara kedua pasangan tersebut disebabkan  si istri memiliki hubungan dengan pria kenalannya di dunia maya.

 Di pelajaran lainnya adalah hendaknya selalu ada pengawasan dari kepala keluarga terhadap anggota keluarganya. Kepala keluarga seharusnya dapat memberikan batasan terhadap pergaulan anggota keluarganya termasuk istrinya, apalagi dalam masalah penggunaan internet. Inilah pelajaran yang mesti diperhatikan oleh seorang suami sebagai kepala keluarga.

 Adapun untuk anggota keluarga yaitu istri dan anak, hendaklah mereka selalu merasa mendapatkan pengawasan dari Allah subahanahu wa ta’ala. Hendaklah mereka meyakini bahwa Allah Ta’ala mengetahui segala yang nampak maupun yang tersembunyi. Sehingga Allah mengetahui segala apa yang mereka lakukan. Karena Allah-lah Maha Mengetahui dan Maha Melihat dengan sifat kesempurnaan. Tentu saja sikap selalu merasa penjagaan dari Allah ini bisa muncul jika seseorang telah dibekali dengan aqidah dan tauhid yang benar. Itulah pentingnya pendidikan aqidah pada keluarga.

Selain itu pula, istri mesti diluruskan tatkala dia berada dalam kekeliruan. Istri mesti diluruskan dengan lemah lembut dan harus berhati-hati dalam menasehatinya. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ 

أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

"Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka dia akan patah. Namun, jika kamu membiarkan wanita, ia akan selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita." (HR. Bukhari no. 5184)

 Juga perlu diketahui bahwa kerusakan yang terjadi akibat chatting di atas bukanlah bisa terjadi hanya pada wanita. Kerusakan semacam itu pun sebenarnya dapat terjadi pada laki-laki. Oleh karena itu, perlu sekali diberitahukan kepada pembaca sekalian beberapa adab-adab yang mesti diperhatikan ketika bergaul dengan lawan jenis. Karena tidak memperhatikan beberapa adab berikut inilah terjadi keretakan rumah tangga atau mungkin bagi yang belum menikah pun bisa terjadi kerusakan dengan terjerumus dalam perantara-perantara menuju zina atau bahkan bisa terjerumus dalam zina. Na’udzu billahi min dzalik.

Beberapa Adab yang Mesti Diperhatikan dalam Pergaulan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom) 

Pertama, menjauhi segala sarana menuju zina
 Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)

Kedua, selalu menutup aurat
 Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59)

 Ketiga, saling menundukkan pandangan

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )

Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)

 Keempat, tidak berdua-duaan

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Kelima, menghindari bersentuhan dengan lawan jenis
 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
 Keenam, tidak melembutkan suara di hadapan lawan jenis
 Allah Ta’ala berfirman,

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu melembutkan pembicaraan sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (syahwat) dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32). Perintah ini berlaku bukan hanya untuk istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun juga berlaku untuk wanita muslimah lainnya.
  
Lalu bagaimana dengan adab chatting dengan lawan jenis? Hal ini dapat pula kita samakan dengan telepon, SMS, pertemanan di friendster dan pertemanan di facebook.

Jawabnya adalah sama atau hampir sama dengan adab-adab di atas.
Pertama, jauhilah segala sarana menuju zina melalui pandangan, sentuhan dan berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.
 Kedua, tutuplah aurat di hadapan bukan mahrom.
 Sehingga seorang muslimah tidak menampakkan perhiasan yang sebenarnya hanya boleh ditampakkan di hadapan suami. Contoh yang tidak beradab seperti ini adalah berbusana tanpa jilbab atau bahkan dengan busana yang hakekatnya telanjang. Inilah yang banyak kita saksikan di beberapa foto profil di FB atau friendster. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka.

 Ketiga, tundukkanlah pandangan.
 Bagaimana mungkin bisa saling menundukkan pandangan jika masing-masing orang memajang foto di hadapan lawan jenisnya? Wanita memamerkan fotonya di hadapan pria. Mungkinkah di sini bisa saling menundukkan pandangan? Oleh karena itu, alangkah baiknya jika foto profil kita bukanlah foto kita, namun dengan foto  yang lain yang bukan gambar makhluk bernyawa. Tujuannya adalah agar foto wanita tidak membuat fitnah (godaan) bagi laki-laki, begitu pula sebaliknya. Di antara bentuk menundukkan pandangan adalah janganlah menggunakan webcamp selain dengan sesama jenis saja ketika ingin melakukan obrolan di dunia maya.

 Keempat, hati-hatilah dengan berdua-duaan bersama lawan jenis yang bukan mahrom.
 Jika seorang pria dan wanita melakukan pembicaraan via chatting, telepon atau sms –tanpa ada hajat (keperluan)-, itu sebenarnya adalah semi kholwat (semi berdua-duaan). Apalagi jika di dalamnya disertai dengan kata-kata mesra dan penuh godaan sehingga membangkitkan nafsu birahi. Dan jika memang ada pembicaraan yang dirasa perlu antara pria dan wanita yang bukan mahrom, maka itu hanya seperlunya saja dan sesuai kebutuhan. Jika tidak ada kebutuhan lagi, maka pembicaraan tersebut seharusnya dijauhi agar tidak terjadi sesuatu yang bisa menjurus pada yang haram.
Kelima, janganlah melembutkan atau mendayu-dayukan suara atau kata-kata di hadapan lawan jenis.

Penyimpangan dalam adab terakhir ini, kalau diterapkan dalam obrolan chatting adalah dengan kata-kata yang lembut atau mendayu-dayu dari wanita yang menimbulkan godaan pada pria. Contoh menggunakan kata-kata yang sebenarnya layak untuk suami istri seperti “sayang”, dsb.

Jika setiap muslim mengindahkan adab-adab di atas, maka tentu saja dia tidak akan terjerumus dalam perbuatan dosa dan tidak akan mengalami hal yang serupa dengan kisah di atas dengan izin Allah.

Kami ingatkan pula bahwa tulisan ini bukanlah hanya kami tujukan kepada kaum hawa saja, namun kami juga tujukan pada para pria agar mereka juga memperhatikan adab-adab di atas. Jadi janganlah tulisan ini dijadikan sebagai sarana untuk memojokkan wanita atau para istri, namun hendaklah dijadikan nasehat untuk bersama.

 Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan sifat ketakwaan, memberi kita petunjuk dan kecukupan. Semoga Allah melindungi dan menjaga keluarga kita dari hal-hal yang haram dan mendatangkan murka Allah. Semoga risalah ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin. Wa shallallahu wa sallamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi  ajma’in. Walhamdulillahir rabbil ‘alamin.
***
Panggang, Gunung Kidul, 10 Sya’ban 1430 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/2642-kisah-istri-kecanduan-chating.html 


Tuesday, July 17

Mohon Maaf Lahir dan Batin

sahabat serpih dimanapun berada,

sebentarlagi kita akan menyambut bulan suci ramadhan, sekiranya saya ada salah mohon sahabat serpih memaafkan, karena saya sadari saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa, demi kesempurnaan ibadah yang akan kita jalani hohon maafkanlan kesalahan kami baik yang di sengaja maupun yang tidak.

Tuesday, March 20

Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran

sahabat serpih, jika hati sahabat saat ini sedang galau ada bagusnya sahabat serpih baca tulisan dibawah ini, tulisan ini saya kutip dari sebuah link internet, saat pertama kali membacanya aku langsung tertarik, n makanya aku bagi sama sahabat serpih semua......

selamat membaca ya....
moga terhibur...

Andai jatuh cinta boleh ku pesan..
Aku ingin rasa itu ada ketika seorang ikhwan yang Engkau anggap baik datang membawa pinangan…
Disini.. Detik ini…
Aku cukup bahagia dalam sendiriku
Aku penuh ketenangan bersama Cinta-Mu..
Namun..
Jika suatu saat rasa itu hadir disaat yang tak tepat, setiakanku bersama Cinta-Mu.
Aku tahu ya Rabb..
Rasa itu adalah bagian dari ujian keimanan ku dari-Mu
Dan aku harus mampu melewati ujian itu.
Allahumma Aamiin.

Dalam Kesendirian aku mengenal-Mu ya Rabb..
Dalam Kesendirian aku merasa sangat dekat dengan-Mu
Dalam Kesendirian rinduku selalu tertuju pada-Mu..
Dalam Kesendirian Keberadaan-Mu terasa sangat dekat mendekapku..

Dalam Kesendirian aku belajar..
Ternyata teman sejati adalah sepi…
Ku hitung berapa teman yang ku punya..
Ternyata tak banyak jumlahnya, ada sekian yang lari mengkhianati..
Ada sekian yang sibuk dengan dunianya sendiri…
Dan kembali ku sadar.. teman sejati adalah sepi..

Banyak yang merasa.. Kesendirian teramat menyeramkan..
Ya.. Kesendirian Memang terkadang menyeramkan, namun tidak jika bersama-Mu..
Yang menyeramkan menjadi menentramkan..
Mereka belum pernah mencoba,, seperti apa indah hidup bersama Cinta-Mu..
Mereka sibuk dengan ketakutan dan kekhawatiran mereka sendiri..
Tak harus dengan Asmara hidup akan berwarna..
Ada cinta halal dari Ayah dan Bunda..
Ada kasih suci dari saudara dan sahabat sejati..


Jika kau butuh cinta dari kekasih hati..
Tunggulah hingga tibanya akad suci..
Agar cinta kita di ridhai.. dan menjadi jalan kita meraih Surga , Bertemu wajah Ilahi… Aamiin ^_^

Original dari Ameera Nur Jannah (Facebook)

Sunday, August 14

Pantaskah aku

Malam ini aku hanya terpukau, tak sepatah katapun yang keluar dari mulutku, walau hanya sekedar untuk bilang "selamat ya", aku merasa kini aku sudah menjadi orang yang lain, orang yang mungkin tidak pernah engkau kenal dan orang yang mungkin tidak pernah singgah di hatimu.

jari-jari tanganku kerapkali mengotak-atik handpon BB yang harganya tak seberapa ini, menu sms pun sudah berkali-kali aku buka, untuk aku sisipi kata-kata syair-syair indah dari sang pujangga yang sengaja aku save dari internet jika aku begadang semalaman di warnet samping kompleks tempat tinggalku.

rasa malu, takut dan takpantas. seakan-akan membuming dalam fikiranku sekarang, malu untuk mulai menyapa duluan dan malu jika ia tak menghiraukan pesan singkatku, takut, takut jikalau sipenerimanya tak mengharapkannya.

semua itu berbeda dengan sewindu yang lalu, saat engkau masih menjadi milikku, saat hubungan kita masih di puncak awan biru, saat kumbang-kumbang dan kupu-kupu masih mengelilingikita.

masih teringat dalam benak ini, saat tengah malam tujuh tahun yang lalu kita saling mengikrar dan mendeklarasikan sebuah ikatan. malam itu.....
"aku tak kan berubah, meski waktu akan merubahku dan aku takkan berpaling meski waktu memalingkanku"dan "aku akan selalu menunggumu, sampai engkau benar-benar bukan menjadi milikku sayang......"

tapi semua itu aku hanyalah sebuah cerita konyol bagiku, semua hanya menjadi kenangan dan hanya butir-butir air mata yang mampu aku hasilkan jikalau aku membuka dan membaca lembaran demi lembaran kisah lama yang memang sengaja aku simpan dalam memori komputer kamaku.

entah sudah berapa lama aku tak menyapamu, bukan aku tak sempat untuk menelepon atau menemuimu, tapi...memang engkau yang sudah tak sempat untuk mengangkat dan mampu menyediakan waktu untukku meski hanya sedetik saja.

begitu padat dan sibuknya engkau untuk aku jumpai sehingga sedikit demi sedikit waktu telah mengasingkan kita,

saat ini, "apakah aku masih pastas mengucapkan semua ini?" dan apakah masih pantas aku menyimpan semua kisah ini"

dan apa aku salah jika aku lari dari kenyataan....
mencoba membohongi hati dan perasaanku...
menertawakan bibirku ini, meski hatiku menjerit dan menangis....

ah entah lah,,,,,,
aku tak mau mengungkit kisah lama...
aku takmau mengganggu kebahagianmu...
semoga tuhan memberimu kebahagiaan, selepas dariku....


Sunday, June 12

Ternyata Suamiku Perempuan


Kenyataan pahit. Itulah yang tengah dirasakan oleh seorang pengantin baru di London, Inggris. Pasalnya, wanita bernama Minati Khatua mengetahui kenyataan bahwa suaminya ternyata seorang wanita juga. Situs Metro.co.uk mewartakan, Senin (27/12), Sitakant Routray, suami dari wanita keturunan India ini, selama ini menyembunyikan jenis kelaminnya yang sesungguhnya selama enam bulan usia pernikahannya.

Minati memergoki ada yang tidak beres ketika ia secara tidak sengaja melihat suaminya itu sedang mandi.

"Suami saya sama sekali belum pernah menyentuh saya. Saya pikir ia sangat menghormati saya dengan melakukan hal itu," katanya.

"Saya menganggap hal ini omong kosong. Saya selalu yakin bahwa suami saya itu adalah laik-laki tulen. Namun, semuanya telah terbukti. Suami saya memang wanita, sama seperti saya." ungkapnya dengan nada menyesal.

Dengan perasaan kecewa, Minati pun akhirnya melaporkan pasangan teman hidupnya itu ke pihak berwajib. Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki pernikahan yang aneh ini. Menurut laporan, kini sang suami melarikan diri. Selain kehilangan suami, sang istri juga kehilangan mobil jeep, dan buku tabungan atas nama Minati Khatua yang ikut serta digasak sang suami jadi-jadian itu.

Polisi tak menceritakan secara detil awal mula kisah kasih pasangan suami - istri tersebut.

Hati-hati bagi pengantin baru yang suaminya belum pernah sekalipun berhubungan badan dengan istrinya, jangan jangan … anda sebagai istrinya kecolongan juga !

Sumber : liputan6.com

Wednesday, March 2

Mama Paling Cantik Sedunia


Buat sang wanita tercantik sedunia.
Yang idungnya mancung banget,
Mukanya agak-agak Arab - Bule,
dengan kulit yang super putih kaya tembok,
mata super-besar dan ekspresif banget.
dan juga badan kecil mungil - terutama di kalangan seumurannya.
Walau selalu cerewet, setiap detik setiap menit setiap jam nanyain : "Kanne lagi apa, lagi dimana?" dengan pita suaranya yang ga pernah berubah, seringkali disangka mirip suara aku malah.
Walau sering marah-marah atau berwajah super-tajam - apalagi saat aku pulang telat karena harus mengurus soal kerjaan atau sekedar bermain bersama teman-teman.
Walau seneng banget labil dan ga tentu arah - apalagi kalau lagi liburan dan jalan-jalan - dan juga seneng banget ngobrol walaupun tau aku udah telat ngantor.
Ah Mama, wanita paling cantik sedunia, lebih cantik daripada Anne Hathaway ataupun Zooey Deschanel sekalipun, paling baik, paling merhatiin aku, paling sayang sama aku.


Jangan sakit dong Ma, ayo kita jalan-jalan lagi..! Katanya mau ke negara tetangga lagi Ma? Katanya mau ngajak Kanne umroh Ma? Katanya mau ditemenin ke Pasar Baru lagi Ma? Katanya juga mau dibeliin alat-alat rajut lagi Ma? Katanya juga mau Kanne beliin tas warna coklat Ma..? Kanne kan baru gajian, makanya sembuh dong Ma.. ya? Jangan sakit ya? Cepet sembuh Mama.. Kanne sayang banget sama Mama...

Doa Hujan hari ini :
Ya Allah, sembuhin Mama aku, maafin aku ya Allah, banyak banget salah aku sama Mama, seakan-akan aku ga sayang sama Mama, aku sayang banget sama Mama, sayang banget, banget banget.

Hujan, tolong sampaikan secarik kertas buat Tuhan, aku tahu, Tuhan mendengar setiap apa yang aku obrolin sama kamu Hujan, Tuhan juga tahu seperti apa rasa sayang aku sama Mama. Dan apalah arti secarik kertas kusut tulisan doa aku tentang Mama, dibandingkan dengan apa yang udah Mama korbanin buat aku, Hujan. Dan aku sayang Tuhan dan juga sayang Mama dan pastinya sayang banget juga sama kamu, Hujan.

.penceritahujan.080211.nangishujandalamhati.

Tuesday, March 1

Cara Memikat Cewek yang Jual Mahal

Tanya Jawab Mengenai Cinta

Tanya:
Dear Serpiahanhati-ku,


Serpihanhati-ku, terus terang saya ini orangnya pemalu, tapi diam-diam saya mencintai seseorang wanita, tapi sepertinya dia cuek dan sepertinya tak ada perhatian, saya takut ditolak. Bagaimana menurut sahabat Serpih cara saya untuk memikat wanita yang jual mahal?

Terimakasih,


Jawab:
Anda harus menunjukan ketulusan dalam berbagai hal. Tunjukkan Anda tertarik dan mulailah bersikap jual mahal pula. Dengan demikian Anda memiliki 50 persen kesempatan untuk mendapatkannya. Jika wanita tersebut menyukai Anda dan menghargai ketulusan Anda, ia akan berbalik mencari Anda jika Anda berhenti mengejarnya. Coba perhatikan dan amati terus tingkah lakunya. Perjuangan membutuhkan pengorbanan, perjuangan tanpa pengorbanan adalah nol besar .Saya yakin anda bisa melakukan dengan sabar. Semoga sukses percayalah.


semoga dapat bermanfaat.

Monday, December 6

Putri Terminal




Aku memang bukan seorang pujangga yang bisa merangkai sebuah kata-kata indah dan menyulam suatu masalah menjadi sebuah syair-syair nasehat bagi yang membacanya, bukan juga seorang sutradara yang bisa mengemas cerita menjadi sebuah menu yang layak dijual dan di sajikan kepada masyarakat yang memang haus akan sebuah hiburan. Tapi aku akan mencoba menguraikan sebuah pengalaman-pengalamanku dan mengemas dalam bahasaku sendiri, syukur kalau yang membacanya mengetahui makna dan alur ceritanya tapi jika sebaliknya jangan dicemooh dan dihina ya, karena memang aku bukan seorang cerpenis.
          Tiga hari yang lalu aku mendapat tugas dari atasanku untuk dinas ke Jakarta, sebuah kota yang sangat besar yang tak pernah sebelumnya aku bayangkan untuk aku jajaki, mendengar kota dan cerita-ceritanya saja sebenarnya aku sudah ngeri apalagi harus menjajakinya bahkan untuk mengelilinginya. Tetapi karena tugas aku terpaksa harus menjalaninya demi ke profesionalan diri sebagai karyawan yang harus aku tunjukan.
          Perjalanan yang sangat mendebarkan hatiku sepanjang hidupku selama ini yang aku rasakan, semenjak keluar dari rumah dan sampai dengan kota yang begitu besar dan luas, dan saya kira juga berbagai macam suku yang menghuninya dengan berjuta kepentingan-kepentingan masing-masing.
          Seakan tak pernah berhenti aku memikirkannya, karena kecemasanku tersebut sehingga aku tak begitu menikmati perjalanan ini, bahkan aku tak bisa tidur ketika aku berada didalam sebuah kendaraan yang saya rasa tak perlu aku ucapkan dan uraikan disini, bukan karena service dan pelayanannya yang kurang memuaskan tetapi karena rasa kekhwatiran yang aku rasakan.
         Maklum, kata orang seganas-ganasnya ibu tiri tak akan pernah bisa menyaingi dengan ibu kota. Apalagi yang namanya Jakarta, sebuah kota metropolitan, tetapi siapa yang sangka ternyata perjalannanku ini menyimpan banyak cerita.
         
BLOK M KOTA KENANGAN.
          Ya itulah yang akan aku ceritakan dalam kesempatan ini,
          Mungkin anda sudah mengenal dan mendengar kata-kata di atas tersebut, tak ada yang istimewa dengan kata dan tempat tersebut, mendengar kata Blok M mungkin anda bisa langsung menjabarkannya tampa harus aku uraikan.
          Namun berbeda bagiku, blok m adalah kota kenanganku yang mungkin tak bisa dan tak akan bisa aku lupakan meskipun nama blok m akan atau sudah berubah, apalagi dengan terminalnya. Gak akan dan tak akan terlupakan.
          Terminal itulah menjadi guru dan sekaligus menjadi penasehat dalam hidupku, karena ditempat inilah cerita ini terlahirkan.
          Begitu terik dan panasnya kota Jakarta siang ini, sinar sang surya seakan-akan menusuk lenganku yang kebetulan tak terbungkus dengan jaket, pengap dan panas serta bauk gas buang kendaraan membuat keringatku bercucuran dari sekujur tubuhku.
          Dihari yang sama sudah ketiga kalinya aku singgah diterminal ini, teriak-teriak kondektur metromini seakan akan sudah tak asing lagi aku dengar di telingaku, berbeda dengan hari kemarin ketika pertama kali aku baru pijakan kaki diatas terminal ini, dan sekarang aku sudah bisa membedakan lorong-lorong panjang yang berjumlah enam buah ini, tampa harus bertanya kepada bapak polisi atau bapak dinas perhubungan.
          Nomor-nomor keramat di kaca-kaca depan metro mini sudah tercopy dan terurai di buku kerjaku, nomor tersebut sengaja aku abadikan dengan maksud dan tujuan agar kelak siapa tahu aku masih diberi kesempatan menginjakan kaki lagi disini aku tidak perlu repot-repot harus bertanya kepada orang.
          Metromini Bernomor punggung 605A jurusan Rangunan – Blok M yang mengantarkanku ketiga kalinya di hari yang sama pada terminal ini  kali ini hari sudah menunjukan pukul 17.00 waktu setempat.
          Saat aku turun dari metromini  ini mataku terperangkap pada sebuah gerobak yang tak jauh dari tempat ku berhenti, sebuah gerobak yang berisikan sebuah bola-bola daging alias bakso, seketika perutkupun bernyanyiria sehingga kedua kaki ini tak ada rasa segan untuk menghampirinya.
          Tampa harus basa-basilagi aku langsung memesanya, tapi tiba-tiba aku dikejutkan dengan kehadiran sesosoh mahluk hawa yang memiliki tubuh ideal, berkulit putih ber paras cantik dan tingginya semampai, mulanya sih aku cuek saja dan tampa menghiraukan kehadiranya tentunya sambil menyikat habis bakso yang aku pesan.
          Tapi lama kelamaan aku merasa canggung dan sedikit gugub setelah kutahu wanita yang duduk didepanku selalu melirik dan mencuri-curi pandang terhadapku, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi gerogi sendiri ya, apalagi ketika ia mulai menyapaku dengan sebuah senyuman.
          Sejurus kemudian kamipun saling bercerita dan seakan-akan sudah kenal sebelumnya, bahkan aku bisa ddibuat ketawa ngakak, ketika ia bercerita dan melawak didepanku, seakan-akan kami selalu nyambung setiap topic-topik yang kita bicarakan.
          Bahakan seorang pengemispun tersihir dengan keakrapan kami dan mereka menganggap jika kita adalah pasangan sejoli, mendengar kata-kata pengemis membuat kami berdua saling tertawa ngakak sehingga membuat terkejut abang tukang baksonya.
          Pacaran…, itulah kata spontanitas yang keluar dari mulutku, kenal aja belum pacaran..!!, candaku terhadap wanita ini.
          Apa kita kayak orang pacaran? Tanya wanita tadi terhadapku
          Tau, sambil ku angkat kedua bahuku
          Ha..ha..ha.., kita berdua pun saling ngakak bersama
Dan tiba-tiba aku dikejutkan dengan ucapannya, ternyata wajahku mirip dengan mantan kekasihnya, mulanya aku tidak percaya tapi setelah ia menbuka dompet dan menunjukan sebuah photo aku jadi percaya. Ternyata memang benar wajahku benar-benar mirip dengan mantan pacarnya.
          Sekarang dimana dia? Tanyaku
          Sudah pulang bang?
          Pulang kemana? Tanyaku dengan rasa penasaran., pulang kampong maksudmu…?
Namun wanita tadi hanya diam dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dan tiba tiba matanya mulai sembab dengan dengan butir-butir air mata. Serta tak lama kemudian wajah cantiknyapun dibanjiri airmata.
          Dengan lirih dia berkata, pulang kepada yang menciptakannya.
Ob.., maaf jika aku membuatmu jadi sedih mengingatkanmu pada masa lalu,
          Sebenarnya aku sengaja menghampiri abang, dan sudah bahkan sedari tadi ketika abang naik bus itu, hanya abang saja yang tidak mengetahuinya karena aku duduk di belakangmu.
          Wajahmu begitu mirip dengan mantanku, bolehkah aku memandangmu lebih lama lagi bang? Pintanya terhadapku dengan nada yang memelas.
         Silahkan jika itu bisa membuatmu lega dan bisa mengobati rasa rindumu, jawabku dengan pelan. Tiba-tiba wanita tadi beranjak dari tempat duduknya dan menubrukku serta memelukku erat, karena merasa kasihan akupun mengelus kepalanya dan membiarkannya menangis dalam pelukanku.
          Jika abang ada waktu, sudikah kiranya abang singgah dirumahku, pintu rumahku terbuka lebar untukmu. Ucap wanita itu, sambil melepas pelukannya.
          Laik kali aku akan mampir, tapi tidak untuk hari ini karena masih banyak tugas yang belum aku selesaikan. Jawabku dengan jujur terhadapnya. Dan tiba-tiba menarik tangan kariku serta menuliskan sebuah nomor hendponya. Sebelum ia pergi dan berlari masuk kedalam sebuah bus.
          Tak lama dari itu tiba-tiba Jakarta diguyur hujan deras akupun berniat mencari bus untuk pulang kerumah, karena kepanikanku akupun tidak ingat jika di telapak tangan kiriku ada sebuah nomor handpon dan baru aku sadar ketika aku sudah nyapai dirumah, tapi saying nomor nya sudah terhapus mungkin ketika aku membuka pagar rumah atau pas waktu mandi malam tadi, entah lah akupun tak engat pastinya bahkan akupun lupa menanyakan siapa namanya, dan untuk mengingatnya akunamakan dengan putri terminal.

Saturday, December 4

Enam Tahun Pacaran Tak Direstui Ibu

Saya sangat senang sekali bisa menemukan website bapak ini.. Saya bisa mendapatkan informasi – informasi, yang kebetulan juga saya sedang menghadapi masalah tentang percintaan seprti kebnyakan yg curhat sm bapak. Saya harap bapak tidak keberatan untuk menyumbangkan saran bapak.. sblumnya saya memperkenalkan diri : nama saya M….., umur 22th..saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yg berjrak umur 1th lbih tua dr saya..dy sedaerah dgn saya.. kami pacaran sdh bRjalan 6th dr sejak saya masih SMA dan ktika saya kuliah keluar kota kami pun pacaran jarak jauh dan mNrut saya it wktu 6th it sdh lm.., saya sangat menikmati hubungan ini karna kami mnjalani nya dengan penuh keyakinan dan serius..
Namun, Pak.. masalah datang dari keluarga saya.. Orang tua saya kurang menyetujui hubungan kami terutama ibu saya dengan alasan latar belakang keluarga,kalau dari segi materi pacar saya lebih tinggi dr saya.
sewaktu SMA saya pacaran dgn pacar saya ini tdk di bolehkan oleh ibu saya dengan alsan masih SMA blum boleh pcaran..nmun saya truz ttp pacaran karna it mmbuat saya tmbah smngat utk sekolah dan belajar..kemudian setelah lulus SMA saya kuliah ke jogja dan saya pun pacaran jarak jauh,,saya dan pacara saya hanya bisa saling percaya dan tiap da waktu sllu komunikasi. dan setelah lulus SMA dan pacaran jarak jauh ini blum ad tanda-tanda kalau ibu saya merestui, saya selalu komunikasi lewat telpon usaha utk meyakinkan beliau.
tapi menurut saya lewat telpon it belum bs benar2 meyakinkan ibu saya,,setelah 4th kuliah saya pun wisuda dan kembali kedaerah saya sampai saat ini. dan sampai saat ini pun hubungan saya tidak jg direstui.
kali ini ibu saya beralasan karena latarbelakang keluarga. ya saya akui keluarga pacar saya tidak utuh orangtua nya berpisah dari dy masih SD dan dy anak satu-satunya yg ikut ibunya,dan ibunya menikah lagi.

ibu saya berlasan tidak merestui itu disebabkan kata ibu saya keluarga pacar saya tidak baik untuk saya dan kelurga dari pihak saya,,ibu saya takut pacar saya hanya main-main dgn saya,tidak serius dgn saya. seperti 2 orang pamannya yg poligami dan sewenang-wenang sama istrinya. dan itu mmbuat ibu saya takut kalau sifat pamannya menurun kepacar saya. kalau saya berpikir secara logis it memang masuk akal. tapi itu bisa kita bina dan bimbing dy agar tidak seperti paman-pamannya atau keluarganya yang lain.
kalau orang tua saya tidak setuju dan menyuruh saya meninggalkan pacar saya. Tapi itu pun jika alasannya jelas. Misalnya pacar saya nakal atau narkoba, dan lain sbg nya saya bisa terima.

apakah karna pamannya seperti itu bs menjadi faktor utama nya pak bahwa hubungan kami tidak direstui?
sampai saat ini saya masih pacaran,dan berusaha meyakinkan tp belum juga membuahkan hasil..kami menghadapi ini dengan kesabaran dan keyakinan bahwa suatu saat kami bisa mendapatkan restu ibu dan keluarga saya, pacar saya selalu kasi support kepada saya untuk selalu tetep berusaha dan bersabar. Juga berdoa kepada Allah untuk minta petunjuk dan dibukakan jalan untuk masalah kami.. Itu lah pak.. kesabaran dan usaha gigih dia yang membuat saya jadi semakin semangat untuk siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama dia.
saya harap bapak tidak bingung atau kewalahan membaca curhatan saya..
Smoga Bapak tidak keberatan untuk memberikan saran… Terima kasih..

Jawaban M Shodiq Mustika:

Terima kasih bahwa dirimu telah berbagi rasa denganku. Aku sangat senang bila kita dapat saling membantu, khususnya dalam masalah cinta. Hanya saja, mengingat keterbatasan sumberdayaku, ada banyak konsultasi yang tidak dapat aku layani. Itu pun tidak semuanya bisa mendalam. (Kalau memang amat sangat membutuhkan masukan dariku secara lebih mendalam, silakan manfaatkan konsultasi privat profesinal sebagaimana kami jelaskan di halaman Pesantren Cinta.)
Aku merasa senang mengetahui betapa sabarnya dirimu di dunia cinta. Enam tahun menjalin hubungan pacaran bukanlah waktu yang singkat. Tidaklah mudah memelihara hubungan pranikah selama itu. Apalagi selama itu pula kalian belum direstui oleh sang Ibunda tersayang.
Untuk mengatasi masalah yang sedang kalian alami ini, mungkin yang paling mendasar adalah mengubah pola cintamu terhadap ibumu. Ibu, ibu, ibu.
perasaan ibu
Dari curhatanmu itu, aku menangkap secara tersirat bahwa dirimu merasa berhak untuk mendapatkan restu dari orangtua. Tentu saja, “merasa berhak” itu tidak keliru. Namun, itu kurang efektif untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.
Yang lebih efektif menurutku, buatlah ibumu merasa bahwa beliau lebih kau cintai daripada cintamu kepada pacarmu. Tunjukkanlah cintamu kepada beliau setulus-tulusnya. Kau tak perlu mengharap “imbalan” apa pun, termasuk berupa restu beliau terhadap hubunganmu dengan pacarmu.
Sebagaimana pernah aku ungkapkan, cinta sejati itu ibarat menanam pohon buah. Bila kita merawatnya dengan cinta, maka sang pohon akan otomatis memberi kita buah walaupun kita tidak menuntut dia untuk memberi kita buah. (Lihat “Istriku Bidadariku”.)
Begitu pula dalam cintamu kepada ibumu. Kalau beliau merasa kau cintai dan merasa takut akan kehilangan dirimu, maka tanpa kau minta pun beliau akan merestui hubunganmu dengan pria pilihanmu. Demikianlah masukan dariku kali ini. Untuk lebih jelasnya, silakan menyimak pula artikel-artikel berikut ini.

dikutip dari:http://muhshodiq.wordpress.com

Saturday, November 27

AKU MENCINTAI TIGA LELAKI

Orang-orang di sekitarku mungkin menganggap aku sebagai perempuan gila yang mencintai tiga pria sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Tetapi sungguh hal itu juga di luar akal sehatku. Bertemu dengan Rio, Dewa, dan Randi (ketiganya bukan nama sebenarnya) seolah sebagai anugerah dari Tuhan buatku. Mereka bertiga selalu menghadirkan suasana yang sangat menyenangkan dan membahagiakan hatiku.
Dari mereka bertiga aku juga mendapatkan apa yang aku cari selama ini, kemapanan, romantisme, kehangatan serta kasih sayang yang mangalir bagai air, tak pernah terputus. Padahal aku berkali-kali berfikir dengan tenang tentang siapa yang bakal aku pilih menjadi pendamping hidupku kelak, tetapi aku tak pernah mampu memilih. Nyaris Tak ada beda saat aku jatuh cinta pada Rio, Dewa dan Randi, semua serasa sama, semua mendebarkan, semua menggairahkan, semua menjanjikan. Gila!

Hingga suatu saat kuutarakan hal ini pada ibu dan tak jauh dengan sahabat-sahabatku, ibu juga menganggap aku ini gila. ‘’Ri, seharusnya kamu memilih salah satu dari mereka dan jangan memberikan harapan kepada ketiga lelaki itu sekaligus, kamu harus gunakan hati kamu jangan nafsu kamu,’’ kata ibu.

‘’Bagaimana aku mampu memilih salah seorang kalau semuanya sama baiknya, semuanya mampu membuatku terlena, bagaimana?’’ Menurut ibu aku tak mampu berpikir jernih, terbawa nafsu dan egoisme yang berlebihan. Tetapi aku merasa pikiranku teramat jernih, aku telah menimbang dengan hati dan pikiran, dengan selera dan cinta yang murni. Semuanya sudah jelas bahwa aku benar-benar mencintai mereka bertiga dengan segala kelebihan dan kekurangannya. ‘’Lalu apa lagi, harus bagaimana lagi,’’ sungutku, seolah ingin melawan ketidakadilan yang ditunjukan oleh ibu.

Saat Rio tak ada disampingku, aku segera dapat merindukan Dewa tanpa mengurangi rasa rinduku terhadap Rio, demikian juga saat Dewa pergi, aku dengan segera merindukan kehadiran Randi tanpa kehilangan rinduku terhadap Rio dan Dewa. Dan yang membingungkan aku sama sekali tak merasakan keanehan dalam diriku seperti yang dikatakan teman-teman dan bahkan ibuku sendiri. Aku mungkin memang orang aneh.

Bersama Rio, kami sering pergi keluar kota untuk menikmati keindahan-keindahan pemandangan alam, menikmati semilir angin pagi di pegunungan, menikmati rangkulan dan kehangatan tubuh Rio dalam udara dingin, terkadang di sebuah tenda, di gubuk tua atau juga di kamar-kamar hotel yang sederhana sampai hotel berkelas internasional. Aku selalu saja dapat menikmati cara-cara Rio dalam menterjemahkan sisi romantisnya.

Sementara jika bersama Dewa, aku seperti seorang permaisuri yang selalu dibalut dengan hal-hal yang agung, mewah dan serba anggun. Dewa bak seorang pendongeng yang mahir dalam membawakan cerita. Aku seringkali terhanyut oleh ungkapan-ungkapan cinta dari bibirnya yang teramat manis, membuaiku dalam kehangatan gerakannya yang bergelora, selalu menyambangiku dengan cintanya yang seperti Dewa.

Dan Randi selalu mengajakku ke lokasi-lokasi hiburan malam yang membuat adrenalinku bergolak dengan cepat. Randi memang sedikit kasar, tetapi itulah yang membuatku jatuh cinta padanya. Dekapan dan hentakan tubuhnya saat bercinta selalu membuatku terpesona, menggeliat bahkan berguncang kencang saat puncak kegairahan bertemu di persimpangan nafsu yang menggebu dan itu juga yang membuat aku begitu berharap Randi selalu ada di sisiku.

Kadang aku berpikir apa yang salah dengan cintaku kepada mereka, aku selalu mendapatkan apa yang selalu terbayang dengan sensasi seksual yang luar biasa, saat bersama Rio, Dewa dan Randi. Dan sekarang saat ibu mendampratku habis-habisan karena aku hamil, aku masih tak bisa memilih di antara mereka bertiga, ditambah aku sendiri tak tahu persis siapa ayah dari jabang bayi yang kukandung saat ini. Sungguh tak bisa.

Yang aku masih ingat, ketika suatu hari, siang sampai malam aku pernah bercinta dengan Rio, Dewa, dan Randi. Dan hal itu terjadi secara berulang-ulang seperti juga saat aku mengalami kepuasan yang juga berulang-ulang, menggeliat berulang-ulang bahkan merintih dan setengah berteriak juga berulang-ulang dengan masing-masing dari ketiga pria yang kucintai itu. Saat ibu mencaci makinya, aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa.

Meminta Rio bertanggung jawab, aku takut kehilangan Dewa, sementara untuk meminta pertanggung jawaban Dewa, aku takut kehilangan Rio dan Randi. Haruskah aku menjadi perempuan pertama di dunia yang memiliki tiga orang suami sekaligus pada waktu bersamaan, dan anakku kelak akan memanggil ayah kepada tiga ayah berbeda. Lalu aku harus bagaimana, yang jelas aku masih mencintai ketiga pria ini sampai kapanpun. <seperti dikirim kepada redaksi kami>.=mxaf
 
Dikutip dari : www.Pekanbarumx.net

SUARA HATI UNTUK IBU

Kasih ibu sepanjang masa. Ungkapan itu benar adanya. Aku menyayangi wanita yang telah melahirkan aku dan membesarkanku. Tapi bukan dengan baik. Perlakuan ibu padaku hampir seperti perlakuan pada anak tiri. Atas nama kasih sayang, disiplin, pembelajaran dan kebenaran, ibu memukulku bila hatinya mulai panas.
Aku ingat saat usiaku menginjak 5 tahun. Jika aku nakal, ibu akan mengurungku di dalam kamar mandi berukuran 2 x 2 meter. Lampunya dimatikan. Sebelumnya ibu mengguyurku dan menimpuk kepalaku dengan gayung. Sakit, bu. Tetapi lebih menakutkan lagi dalam ruang sempit dan gelap ini. Aku jadi phobia berat.

Itu jadi makananku sehari-hari. Jika aku sudah tak lagi tahan dengan sikap ibu, aku berlari menuju pohon cengkeh milik tetangga lain blok. Pohon cengkeh bagiku adalah mahluk Tuhan yang sangat perasa. Betulan! Pernah aku menangis sambil kesakitan sebab dicubit ibu, aku berbicara pada pohon cengkeh. Entah kebetulan atau tidak, beberapa buah cengkehnya jatuh di hadapanku. Aku masih tak mengerti maknanya. Aku artikan itu air matanya yang jatuh mendengar kisahku. Kisah aku dan ibuku.

Aku teringat suaramu yang merdu saat memarahiku. Aku juga teringat sentuhanmu yang sedikit meninggalkan memar di jidatku. Aku juga ingat sorot matamu yang lembut menghujam jantungku. Bu, apa salahku? Mengapa engkau berbuat ini, sementara aku sangat menyayangimu, bu?

Bahkan hingga saat ini, aku tak mau menyimpan dendam padamu. Mana kata-katamu bahwa kakak dan adikku lebih baik daripada aku? Lebih sopan dibanding aku. Lebih berperasaan dibanding aku. Lebih patuh kepada orangtua dibanding aku. Nyatanya, tak satupun dari mereka tahu bahwa kau sedang terbaring lemah di rumah sakit.

Iya, bu. Kau terbaring lemah di hadapanku. AKu tak berani melangkah masuk ke kamar VIP tersebut. Aku menatapmu lewat pintu, karena kau sudah berpesan pada bapak, jangan sampai aku muncul di hadapanmu. Jika itu yang kukerjakan, maka kau memilih untuk mati. Kenapa bu? Kenapa kau menolakku? Apa ibu masih dendam padaku karena pergi dari rumah? Bukankah ibu yang mengusirku? Bahkan ini sudah usiran yang kesekian, baru beberapa bulan kemarin aku berani untuk melangkah keluar rumah.

Apakah itu biang utama kenapa ibu menolakku?

Jika iya, aku minta maaf, bu. Bukan maksudku untuk membuatmu kecewa. Tapi aku sudah besar dan tak tahan menjadi “sesuatu” dan bukan “seseorang” di rumah ibu dan bapak. Aku memilih jalanku sendiri. Maafkan aku, bu. Aku memang durhaka. Aku mau menebusnya. Aku ikut membantu biaya rumah sakit, mudah-mudahan beban ibu berkurang.

‘’La, makasih ya sudah tanggung semua biaya berobat ibu. Meski kamu yang paling nakal di antara anak bapak dan ibu, kamu juga yang paling berhasil dan paling sayang sama bapak dan ibu. Maafin bapak dan ibu kalau ada salah ya, La,’’ tutur bapak.

Aku langsung menggeleng. Ini bukan bantuan. Bantuan sifatnya sukarela. Ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabku sebagai anak. Mana aku tega melihat ibu terbaring lemah dengan infus di perutnya dan nafas tersegal di kerongkongan.

Bu, cepat sembuh ya. Aku sayang ibu. Apapun yang telah ibu perbuat kepadaku aku telah memaafkannya, bu. Sebaliknya aku juga minta maaf jika tak pernah ibu inginkan diriku.

Aku menyayangimu, Bu...
Tiba-tiba aku mendengar bunyi alat penanda detak jantung ibu telah bergaris lurus. Semua suster berhamburan mendekati wanita yang sangat kucintai itu. Dan aku hanya bisa menangis. Ibu! Bangun!!!
=mxaf
 
Dikutip dari www.pekanbarumx.net