Sunday, November 10
Kisah Tragis Seorang Istri Yang Kecanduan Chating (maka ambil lah pelajaran darinya)
Tuesday, July 17
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Tuesday, March 20
Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran
sahabat serpih, jika hati sahabat saat ini sedang galau ada bagusnya sahabat serpih baca tulisan dibawah ini, tulisan ini saya kutip dari sebuah link internet, saat pertama kali membacanya aku langsung tertarik, n makanya aku bagi sama sahabat serpih semua......selamat membaca ya....
moga terhibur...
Andai jatuh cinta boleh ku pesan..
Aku ingin rasa itu ada ketika seorang ikhwan yang Engkau anggap baik datang membawa pinangan…
Disini.. Detik ini…
Aku cukup bahagia dalam sendiriku
Aku penuh ketenangan bersama Cinta-Mu..
Namun..
Jika suatu saat rasa itu hadir disaat yang tak tepat, setiakanku bersama Cinta-Mu.
Aku tahu ya Rabb..
Rasa itu adalah bagian dari ujian keimanan ku dari-Mu
Dan aku harus mampu melewati ujian itu.
Allahumma Aamiin.
Dalam Kesendirian aku mengenal-Mu ya Rabb..
Dalam Kesendirian aku merasa sangat dekat dengan-Mu
Dalam Kesendirian rinduku selalu tertuju pada-Mu..
Dalam Kesendirian Keberadaan-Mu terasa sangat dekat mendekapku..
Dalam Kesendirian aku belajar..
Ternyata teman sejati adalah sepi…
Ku hitung berapa teman yang ku punya..
Ternyata tak banyak jumlahnya, ada sekian yang lari mengkhianati..
Ada sekian yang sibuk dengan dunianya sendiri…
Dan kembali ku sadar.. teman sejati adalah sepi..
Banyak yang merasa.. Kesendirian teramat menyeramkan..
Ya.. Kesendirian Memang terkadang menyeramkan, namun tidak jika bersama-Mu..
Yang menyeramkan menjadi menentramkan..
Mereka belum pernah mencoba,, seperti apa indah hidup bersama Cinta-Mu..
Mereka sibuk dengan ketakutan dan kekhawatiran mereka sendiri..
Tak harus dengan Asmara hidup akan berwarna..
Ada cinta halal dari Ayah dan Bunda..
Ada kasih suci dari saudara dan sahabat sejati..
Jika kau butuh cinta dari kekasih hati..
Tunggulah hingga tibanya akad suci..
Agar cinta kita di ridhai.. dan menjadi jalan kita meraih Surga , Bertemu wajah Ilahi… Aamiin ^_^
Original dari Ameera Nur Jannah (Facebook)
Sunday, August 14
Pantaskah aku
jari-jari tanganku kerapkali mengotak-atik handpon BB yang harganya tak seberapa ini, menu sms pun sudah berkali-kali aku buka, untuk aku sisipi kata-kata syair-syair indah dari sang pujangga yang sengaja aku save dari internet jika aku begadang semalaman di warnet samping kompleks tempat tinggalku.
rasa malu, takut dan takpantas. seakan-akan membuming dalam fikiranku sekarang, malu untuk mulai menyapa duluan dan malu jika ia tak menghiraukan pesan singkatku, takut, takut jikalau sipenerimanya tak mengharapkannya.
semua itu berbeda dengan sewindu yang lalu, saat engkau masih menjadi milikku, saat hubungan kita masih di puncak awan biru, saat kumbang-kumbang dan kupu-kupu masih mengelilingikita.
masih teringat dalam benak ini, saat tengah malam tujuh tahun yang lalu kita saling mengikrar dan mendeklarasikan sebuah ikatan. malam itu.....
"aku tak kan berubah, meski waktu akan merubahku dan aku takkan berpaling meski waktu memalingkanku"dan "aku akan selalu menunggumu, sampai engkau benar-benar bukan menjadi milikku sayang......"
tapi semua itu aku hanyalah sebuah cerita konyol bagiku, semua hanya menjadi kenangan dan hanya butir-butir air mata yang mampu aku hasilkan jikalau aku membuka dan membaca lembaran demi lembaran kisah lama yang memang sengaja aku simpan dalam memori komputer kamaku.
entah sudah berapa lama aku tak menyapamu, bukan aku tak sempat untuk menelepon atau menemuimu, tapi...memang engkau yang sudah tak sempat untuk mengangkat dan mampu menyediakan waktu untukku meski hanya sedetik saja.
begitu padat dan sibuknya engkau untuk aku jumpai sehingga sedikit demi sedikit waktu telah mengasingkan kita,
saat ini, "apakah aku masih pastas mengucapkan semua ini?" dan apakah masih pantas aku menyimpan semua kisah ini"
dan apa aku salah jika aku lari dari kenyataan....
mencoba membohongi hati dan perasaanku...
menertawakan bibirku ini, meski hatiku menjerit dan menangis....
ah entah lah,,,,,,
aku tak mau mengungkit kisah lama...
aku takmau mengganggu kebahagianmu...
semoga tuhan memberimu kebahagiaan, selepas dariku....
Sunday, June 12
Ternyata Suamiku Perempuan

Kenyataan pahit. Itulah yang tengah dirasakan oleh seorang pengantin baru di London, Inggris. Pasalnya, wanita bernama Minati Khatua mengetahui kenyataan bahwa suaminya ternyata seorang wanita juga. Situs Metro.co.uk mewartakan, Senin (27/12), Sitakant Routray, suami dari wanita keturunan India ini, selama ini menyembunyikan jenis kelaminnya yang sesungguhnya selama enam bulan usia pernikahannya.
Minati memergoki ada yang tidak beres ketika ia secara tidak sengaja melihat suaminya itu sedang mandi.
"Suami saya sama sekali belum pernah menyentuh saya. Saya pikir ia sangat menghormati saya dengan melakukan hal itu," katanya.
"Saya menganggap hal ini omong kosong. Saya selalu yakin bahwa suami saya itu adalah laik-laki tulen. Namun, semuanya telah terbukti. Suami saya memang wanita, sama seperti saya." ungkapnya dengan nada menyesal.
Dengan perasaan kecewa, Minati pun akhirnya melaporkan pasangan teman hidupnya itu ke pihak berwajib. Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki pernikahan yang aneh ini. Menurut laporan, kini sang suami melarikan diri. Selain kehilangan suami, sang istri juga kehilangan mobil jeep, dan buku tabungan atas nama Minati Khatua yang ikut serta digasak sang suami jadi-jadian itu.
Polisi tak menceritakan secara detil awal mula kisah kasih pasangan suami - istri tersebut.
Hati-hati bagi pengantin baru yang suaminya belum pernah sekalipun berhubungan badan dengan istrinya, jangan jangan … anda sebagai istrinya kecolongan juga !
Sumber : liputan6.com
Wednesday, March 2
Mama Paling Cantik Sedunia
Yang idungnya mancung banget,
Mukanya agak-agak Arab - Bule,
dengan kulit yang super putih kaya tembok,
mata super-besar dan ekspresif banget.
dan juga badan kecil mungil - terutama di kalangan seumurannya.
Walau selalu cerewet, setiap detik setiap menit setiap jam nanyain : "Kanne lagi apa, lagi dimana?" dengan pita suaranya yang ga pernah berubah, seringkali disangka mirip suara aku malah.
Walau sering marah-marah atau berwajah super-tajam - apalagi saat aku pulang telat karena harus mengurus soal kerjaan atau sekedar bermain bersama teman-teman.
Walau seneng banget labil dan ga tentu arah - apalagi kalau lagi liburan dan jalan-jalan - dan juga seneng banget ngobrol walaupun tau aku udah telat ngantor.
Ah Mama, wanita paling cantik sedunia, lebih cantik daripada Anne Hathaway ataupun Zooey Deschanel sekalipun, paling baik, paling merhatiin aku, paling sayang sama aku.
Jangan sakit dong Ma, ayo kita jalan-jalan lagi..! Katanya mau ke negara tetangga lagi Ma? Katanya mau ngajak Kanne umroh Ma? Katanya mau ditemenin ke Pasar Baru lagi Ma? Katanya juga mau dibeliin alat-alat rajut lagi Ma? Katanya juga mau Kanne beliin tas warna coklat Ma..? Kanne kan baru gajian, makanya sembuh dong Ma.. ya? Jangan sakit ya? Cepet sembuh Mama.. Kanne sayang banget sama Mama...
Doa Hujan hari ini :
Ya Allah, sembuhin Mama aku, maafin aku ya Allah, banyak banget salah aku sama Mama, seakan-akan aku ga sayang sama Mama, aku sayang banget sama Mama, sayang banget, banget banget.
Hujan, tolong sampaikan secarik kertas buat Tuhan, aku tahu, Tuhan mendengar setiap apa yang aku obrolin sama kamu Hujan, Tuhan juga tahu seperti apa rasa sayang aku sama Mama. Dan apalah arti secarik kertas kusut tulisan doa aku tentang Mama, dibandingkan dengan apa yang udah Mama korbanin buat aku, Hujan. Dan aku sayang Tuhan dan juga sayang Mama dan pastinya sayang banget juga sama kamu, Hujan.
.penceritahujan.080211.nangishujandalamhati.
Tuesday, March 1
Cara Memikat Cewek yang Jual Mahal
Tanya:
Dear Serpiahanhati-ku,
Serpihanhati-ku, terus terang saya ini orangnya pemalu, tapi diam-diam saya mencintai seseorang wanita, tapi sepertinya dia cuek dan sepertinya tak ada perhatian, saya takut ditolak. Bagaimana menurut sahabat Serpih cara saya untuk memikat wanita yang jual mahal?
Terimakasih,
Jawab:
Monday, December 6
Putri Terminal
Saturday, December 4
Enam Tahun Pacaran Tak Direstui Ibu
Saya sangat senang sekali bisa menemukan website bapak ini.. Saya bisa mendapatkan informasi – informasi, yang kebetulan juga saya sedang menghadapi masalah tentang percintaan seprti kebnyakan yg curhat sm bapak. Saya harap bapak tidak keberatan untuk menyumbangkan saran bapak.. sblumnya saya memperkenalkan diri : nama saya M….., umur 22th..saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yg berjrak umur 1th lbih tua dr saya..dy sedaerah dgn saya.. kami pacaran sdh bRjalan 6th dr sejak saya masih SMA dan ktika saya kuliah keluar kota kami pun pacaran jarak jauh dan mNrut saya it wktu 6th it sdh lm.., saya sangat menikmati hubungan ini karna kami mnjalani nya dengan penuh keyakinan dan serius..
Namun, Pak.. masalah datang dari keluarga saya.. Orang tua saya kurang menyetujui hubungan kami terutama ibu saya dengan alasan latar belakang keluarga,kalau dari segi materi pacar saya lebih tinggi dr saya.
sewaktu SMA saya pacaran dgn pacar saya ini tdk di bolehkan oleh ibu saya dengan alsan masih SMA blum boleh pcaran..nmun saya truz ttp pacaran karna it mmbuat saya tmbah smngat utk sekolah dan belajar..kemudian setelah lulus SMA saya kuliah ke jogja dan saya pun pacaran jarak jauh,,saya dan pacara saya hanya bisa saling percaya dan tiap da waktu sllu komunikasi. dan setelah lulus SMA dan pacaran jarak jauh ini blum ad tanda-tanda kalau ibu saya merestui, saya selalu komunikasi lewat telpon usaha utk meyakinkan beliau.
tapi menurut saya lewat telpon it belum bs benar2 meyakinkan ibu saya,,setelah 4th kuliah saya pun wisuda dan kembali kedaerah saya sampai saat ini. dan sampai saat ini pun hubungan saya tidak jg direstui.
kali ini ibu saya beralasan karena latarbelakang keluarga. ya saya akui keluarga pacar saya tidak utuh orangtua nya berpisah dari dy masih SD dan dy anak satu-satunya yg ikut ibunya,dan ibunya menikah lagi.
ibu saya berlasan tidak merestui itu disebabkan kata ibu saya keluarga pacar saya tidak baik untuk saya dan kelurga dari pihak saya,,ibu saya takut pacar saya hanya main-main dgn saya,tidak serius dgn saya. seperti 2 orang pamannya yg poligami dan sewenang-wenang sama istrinya. dan itu mmbuat ibu saya takut kalau sifat pamannya menurun kepacar saya. kalau saya berpikir secara logis it memang masuk akal. tapi itu bisa kita bina dan bimbing dy agar tidak seperti paman-pamannya atau keluarganya yang lain.
kalau orang tua saya tidak setuju dan menyuruh saya meninggalkan pacar saya. Tapi itu pun jika alasannya jelas. Misalnya pacar saya nakal atau narkoba, dan lain sbg nya saya bisa terima.
apakah karna pamannya seperti itu bs menjadi faktor utama nya pak bahwa hubungan kami tidak direstui?
sampai saat ini saya masih pacaran,dan berusaha meyakinkan tp belum juga membuahkan hasil..kami menghadapi ini dengan kesabaran dan keyakinan bahwa suatu saat kami bisa mendapatkan restu ibu dan keluarga saya, pacar saya selalu kasi support kepada saya untuk selalu tetep berusaha dan bersabar. Juga berdoa kepada Allah untuk minta petunjuk dan dibukakan jalan untuk masalah kami.. Itu lah pak.. kesabaran dan usaha gigih dia yang membuat saya jadi semakin semangat untuk siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama dia.
saya harap bapak tidak bingung atau kewalahan membaca curhatan saya..
Smoga Bapak tidak keberatan untuk memberikan saran… Terima kasih..
Jawaban M Shodiq Mustika:

Saturday, November 27
AKU MENCINTAI TIGA LELAKI
Hingga suatu saat kuutarakan hal ini pada ibu dan tak jauh dengan sahabat-sahabatku, ibu juga menganggap aku ini gila. ‘’Ri, seharusnya kamu memilih salah satu dari mereka dan jangan memberikan harapan kepada ketiga lelaki itu sekaligus, kamu harus gunakan hati kamu jangan nafsu kamu,’’ kata ibu.
‘’Bagaimana aku mampu memilih salah seorang kalau semuanya sama baiknya, semuanya mampu membuatku terlena, bagaimana?’’ Menurut ibu aku tak mampu berpikir jernih, terbawa nafsu dan egoisme yang berlebihan. Tetapi aku merasa pikiranku teramat jernih, aku telah menimbang dengan hati dan pikiran, dengan selera dan cinta yang murni. Semuanya sudah jelas bahwa aku benar-benar mencintai mereka bertiga dengan segala kelebihan dan kekurangannya. ‘’Lalu apa lagi, harus bagaimana lagi,’’ sungutku, seolah ingin melawan ketidakadilan yang ditunjukan oleh ibu.
Saat Rio tak ada disampingku, aku segera dapat merindukan Dewa tanpa mengurangi rasa rinduku terhadap Rio, demikian juga saat Dewa pergi, aku dengan segera merindukan kehadiran Randi tanpa kehilangan rinduku terhadap Rio dan Dewa. Dan yang membingungkan aku sama sekali tak merasakan keanehan dalam diriku seperti yang dikatakan teman-teman dan bahkan ibuku sendiri. Aku mungkin memang orang aneh.
Bersama Rio, kami sering pergi keluar kota untuk menikmati keindahan-keindahan pemandangan alam, menikmati semilir angin pagi di pegunungan, menikmati rangkulan dan kehangatan tubuh Rio dalam udara dingin, terkadang di sebuah tenda, di gubuk tua atau juga di kamar-kamar hotel yang sederhana sampai hotel berkelas internasional. Aku selalu saja dapat menikmati cara-cara Rio dalam menterjemahkan sisi romantisnya.
Sementara jika bersama Dewa, aku seperti seorang permaisuri yang selalu dibalut dengan hal-hal yang agung, mewah dan serba anggun. Dewa bak seorang pendongeng yang mahir dalam membawakan cerita. Aku seringkali terhanyut oleh ungkapan-ungkapan cinta dari bibirnya yang teramat manis, membuaiku dalam kehangatan gerakannya yang bergelora, selalu menyambangiku dengan cintanya yang seperti Dewa.
Dan Randi selalu mengajakku ke lokasi-lokasi hiburan malam yang membuat adrenalinku bergolak dengan cepat. Randi memang sedikit kasar, tetapi itulah yang membuatku jatuh cinta padanya. Dekapan dan hentakan tubuhnya saat bercinta selalu membuatku terpesona, menggeliat bahkan berguncang kencang saat puncak kegairahan bertemu di persimpangan nafsu yang menggebu dan itu juga yang membuat aku begitu berharap Randi selalu ada di sisiku.
Kadang aku berpikir apa yang salah dengan cintaku kepada mereka, aku selalu mendapatkan apa yang selalu terbayang dengan sensasi seksual yang luar biasa, saat bersama Rio, Dewa dan Randi. Dan sekarang saat ibu mendampratku habis-habisan karena aku hamil, aku masih tak bisa memilih di antara mereka bertiga, ditambah aku sendiri tak tahu persis siapa ayah dari jabang bayi yang kukandung saat ini. Sungguh tak bisa.
Yang aku masih ingat, ketika suatu hari, siang sampai malam aku pernah bercinta dengan Rio, Dewa, dan Randi. Dan hal itu terjadi secara berulang-ulang seperti juga saat aku mengalami kepuasan yang juga berulang-ulang, menggeliat berulang-ulang bahkan merintih dan setengah berteriak juga berulang-ulang dengan masing-masing dari ketiga pria yang kucintai itu. Saat ibu mencaci makinya, aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa.
Meminta Rio bertanggung jawab, aku takut kehilangan Dewa, sementara untuk meminta pertanggung jawaban Dewa, aku takut kehilangan Rio dan Randi. Haruskah aku menjadi perempuan pertama di dunia yang memiliki tiga orang suami sekaligus pada waktu bersamaan, dan anakku kelak akan memanggil ayah kepada tiga ayah berbeda. Lalu aku harus bagaimana, yang jelas aku masih mencintai ketiga pria ini sampai kapanpun. <seperti dikirim kepada redaksi kami>.=mxaf
SUARA HATI UNTUK IBU
Itu jadi makananku sehari-hari. Jika aku sudah tak lagi tahan dengan sikap ibu, aku berlari menuju pohon cengkeh milik tetangga lain blok. Pohon cengkeh bagiku adalah mahluk Tuhan yang sangat perasa. Betulan! Pernah aku menangis sambil kesakitan sebab dicubit ibu, aku berbicara pada pohon cengkeh. Entah kebetulan atau tidak, beberapa buah cengkehnya jatuh di hadapanku. Aku masih tak mengerti maknanya. Aku artikan itu air matanya yang jatuh mendengar kisahku. Kisah aku dan ibuku.
Aku teringat suaramu yang merdu saat memarahiku. Aku juga teringat sentuhanmu yang sedikit meninggalkan memar di jidatku. Aku juga ingat sorot matamu yang lembut menghujam jantungku. Bu, apa salahku? Mengapa engkau berbuat ini, sementara aku sangat menyayangimu, bu?
Bahkan hingga saat ini, aku tak mau menyimpan dendam padamu. Mana kata-katamu bahwa kakak dan adikku lebih baik daripada aku? Lebih sopan dibanding aku. Lebih berperasaan dibanding aku. Lebih patuh kepada orangtua dibanding aku. Nyatanya, tak satupun dari mereka tahu bahwa kau sedang terbaring lemah di rumah sakit.
Iya, bu. Kau terbaring lemah di hadapanku. AKu tak berani melangkah masuk ke kamar VIP tersebut. Aku menatapmu lewat pintu, karena kau sudah berpesan pada bapak, jangan sampai aku muncul di hadapanmu. Jika itu yang kukerjakan, maka kau memilih untuk mati. Kenapa bu? Kenapa kau menolakku? Apa ibu masih dendam padaku karena pergi dari rumah? Bukankah ibu yang mengusirku? Bahkan ini sudah usiran yang kesekian, baru beberapa bulan kemarin aku berani untuk melangkah keluar rumah.
Apakah itu biang utama kenapa ibu menolakku?
Jika iya, aku minta maaf, bu. Bukan maksudku untuk membuatmu kecewa. Tapi aku sudah besar dan tak tahan menjadi “sesuatu” dan bukan “seseorang” di rumah ibu dan bapak. Aku memilih jalanku sendiri. Maafkan aku, bu. Aku memang durhaka. Aku mau menebusnya. Aku ikut membantu biaya rumah sakit, mudah-mudahan beban ibu berkurang.
‘’La, makasih ya sudah tanggung semua biaya berobat ibu. Meski kamu yang paling nakal di antara anak bapak dan ibu, kamu juga yang paling berhasil dan paling sayang sama bapak dan ibu. Maafin bapak dan ibu kalau ada salah ya, La,’’ tutur bapak.
Aku langsung menggeleng. Ini bukan bantuan. Bantuan sifatnya sukarela. Ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabku sebagai anak. Mana aku tega melihat ibu terbaring lemah dengan infus di perutnya dan nafas tersegal di kerongkongan.
Bu, cepat sembuh ya. Aku sayang ibu. Apapun yang telah ibu perbuat kepadaku aku telah memaafkannya, bu. Sebaliknya aku juga minta maaf jika tak pernah ibu inginkan diriku.
Aku menyayangimu, Bu...
Tiba-tiba aku mendengar bunyi alat penanda detak jantung ibu telah bergaris lurus. Semua suster berhamburan mendekati wanita yang sangat kucintai itu. Dan aku hanya bisa menangis. Ibu! Bangun!!!
=mxaf
